PEKANBARU – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) berencana membangun Sekolah Rakyat, sebuah lembaga pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu atau yang tergolong miskin ekstrem. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya akses pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dukungan terhadap program ini terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PASUKAN 08 Provinsi Riau. Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Sertifikasi DPD PASUKAN 08 Provinsi Riau, Eko Wibowo, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan bahwa organisasinya siap berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut, khususnya di wilayah Riau.
“Kami sangat mendukung penuh program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Jenderal Prabowo Subianto. Program ini sejalan dengan komitmen kami dalam memperjuangkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat. Termasuk bagi rakyat yang kurang mampu,” ujar Ekowi yang juga kader Muhammadiyah.
Hal senada juga disampaikan Ketua DPD PASUKAN 08 Provinsi Riau, Moh. Rouf Azizi, S.Pd.I., M.Pd., yang menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut antara kementerian terkait. Hal ini penting untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam pelaksanaannya.
“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang diberikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap berkualitas. Jangan sampai status sosial ekonomi mereka menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan unggul,” ujar Mu’ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Menurutnya, kesenjangan pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama dalam hal akses bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Oleh karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di Tanah Air.
Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Kurikulum yang diterapkan nantinya akan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan anak-anak dari keluarga tidak mampu, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan untuk bersaing di dunia akademik maupun dunia kerja.
Hingga saat ini, pemerintah masih menyusun regulasi serta mekanisme pelaksanaan agar Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (rilis)