PEKANBARU – Ketua ASN PPPK Guru 2022 Provinsi Riau, Eko Wibowo, menyatakan dukungannya terhadap percepatan program yang akan dijalankan Gubernur Riau definitif, S.F. Hariyanto, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru.
Menurut Eko, salah satu program yang dinilai sangat penting adalah percepatan relokasi guru ASN PPPK agar dapat mengajar sesuai domisili. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan semangat Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang memberikan kesempatan kepada guru ASN PPPK untuk bertugas lebih dekat dengan tempat tinggal dan keluarganya.
“Persoalan relokasi Guru ASN PPPK Riau dengan semangat BKN RI memperbolehkan Guru ASN PPPK mengajar sesuai domisili asal dan dekat dengan keluarga, sehingga tidak mengeluarkan ongkos transportasi yang besar, jauh dari keluarga, serta biaya kontrak rumah yang mahal. Sekiranya pihak Disdik Riau, Pak Kadisdik Riau ayo dipercepatkan keluarkan SK Penugasan Guru ASN PPPK 2021/2022/2023/2024, karena sudah satu bulan kami menyerahkan data administrasi yang diperlukan sebagai syarat untuk kembali ke tempat sekolah asal domisili,” ujar Eko Wibowo.
Selain persoalan relokasi, Eko juga berharap Pemerintah Provinsi Riau dapat memberikan perhatian terhadap besaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru ASN PPPK yang saat ini dinilai masih relatif kecil.
“Bapak Gubernur Riau S.F. Hariyanto untuk memperhatikan TPP Guru ASN PPPK Riau terlalu kecil yaitu Rp500.000, itupun dipotong pajak. Kalau sebaiknya TPP Guru PPPK disetarakan dengan TPP PNS, jadi tidak terlalu jauh bedanya TPP PPPK dengan PNS. Kami yakin Gubernur Riau peduli terhadap kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa,” ujar Eko, tokoh muda pendidikan Riau.
Di sisi lain, Eko menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Riau yang telah menghapus pemotongan zakat dari gaji ASN PPPK. Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Provinsi Riau, khususnya bagian keuangan, yang mendukung penyaluran gaji dan TPP langsung ke rekening masing-masing guru.
“Kami terima kasih kepada kebijakan Bapak Gubernur Riau tentang gaji PPPK yang sudah tidak ada pemotongan zakat. Dinas Pendidikan Riau, Kasubag Keuangan, juga mendukung gaji dan TPP Guru ASN PPPK langsung lewat rekening guru mulai realisasi bulan Agustus. Selama ini lewat rekening sekolah sehingga kadang terlambat transfernya,” katanya.
Eko menegaskan, pihaknya siap mendukung berbagai program Pemerintah Provinsi Riau di sektor pendidikan, terutama yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan guru dan kualitas layanan pendidikan di Bumi Lancang Kuning. Apalagi dengan komitmen Gubri SF Hariyanto yang tidak memberhentikan PPPK di tengah kondisi yang sulit seperti saat ini. (rls)
