PEKANBARU – Mayoritas warga Kota Pekanbaru menginginkan sistem keberangkatan haji menggunakan skema “war tiket” atau siapa cepat dia dapat. Hal itu terungkap dalam hasil survei yang dilakukan Lembaga Survey Opini Rakyat terhadap masyarakat di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru.
Ketua Lembaga Survei Opini Rakyat, Adlin, yang juga Dosen FISIP Universitas Riau (Unri), mengatakan survei tersebut dilaksanakan sejak 24 April hingga 16 Mei 2026 untuk mengetahui aspirasi masyarakat terkait sistem keberangkatan ibadah haji di Indonesia.
“Mayoritas masyarakat Pekanbaru menginginkan sistem keberangkatan haji menggunakan sistem war tiket,” ujar Adlin, Sabtu malam (23/5/2026).
Ia menjelaskan, survei melibatkan 45 mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau sebagai pengumpul data di lapangan. Sebanyak 450 warga Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih diwawancarai dalam survei tersebut, terdiri dari 225 laki-laki dan 225 perempuan.
Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling yang tersebar di seluruh 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Survei ini memiliki sampling error sebesar 5 persen dengan margin of error 5 persen.
“Berdasarkan hasil survei, sebanyak 51,78 persen responden mendukung sistem keberangkatan haji menggunakan mekanisme war tiket. Sementara 42,89 persen responden memilih sistem uang pangkal seperti yang berlaku saat ini. Adapun 5,33 persen responden tidak memberikan jawaban,” katanya.
Adlin menjelaskan, sistem war tiket keberangkatan haji merupakan wacana pendaftaran dan pelunasan biaya haji berbasis adu cepat atau siapa yang lebih dahulu mendaftar dan melunasi biaya, maka berhak mendapatkan kuota keberangkatan pada tahun berjalan.
“Calon jamaah yang secara fisik dan finansial siap dapat langsung memesan serta melunasi kuota yang dibuka tanpa harus masuk daftar tunggu tahunan,” jelasnya.
Menurutnya, hasil survei tersebut menjadi gambaran aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi perhatian dan bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam merumuskan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang. (Rls)
