PekanbaruKini.com
Headlines Pekanbaru

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ingatkan Sekolah Tak Menggelar Proses Belajar Tatap Muka

PEKANBARU (pkukini) – Pekan ini merupakan dimulainya tahun ajaran baru. Di Kota Pekanbaru sendiri tampak sebagian pelajar terutama murid Sekolah Dasar (SD) mulai datang ke sekolah mereka, lengkap dengan mengenakan seragam.

Menurut informasi yang dihimpun anak-anak datang ke sekolah lantaran beberapa keperluan. Ada yang mendaftar ulang, hingga rapat dengan pihak sekolah dengan mengikutsertakan orangtua mereka.

Adapun rapat tersebut menyoal pembahasan proses belajar mengajar pada murid disekolah mereka masing-masing.

“Iya, rapatnya pembahasan mengenai proses belajar anak. Pihak sekolah menawarkan dua pilihan, pertama boleh melalui tatap muka jadwalnya tiga kali seminggu tiap hari dengan menandatangani surat pernyataan, kedua boleh melalui daring tetap belajar di rumah,” kata Ary, orangtua murid.

Ary sendiri anaknya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) disalah satu sekolah di Pekanbaru.

Sedangkan Devi, yang anaknya masih SD mengaku berangkat ke sekolah hari ini hanya sebentar saja, dengan turut serta orangtua. “Orangtuanya diberi pengarahan cara pelajaran daring (Online, red),” ungkapnya.

Sementara itu, Terkait kembalinya murid bersekolah, Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas saat menegaskan bahwa pihak sekolah tidak boleh mengambil kebijakan masing-masing. Dalam artian kembali menerapkan proses belajar mengajar tatap muka.

“Saat ini rangking kita masih di Zona Merah untuk proses belajar mengajar, Untuk itu pihak sekolah jangan mengambil kebijakan masing-masing, ini berlaku untuk sekolah Negeri maupun swasta, karena Surat Edaran (SE) sudah jelas, proses belajar mengajar tetap di rumah,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Ismardi, Sekolah boleh buka, namun murid tetap mengikuti proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, apabila nanti status sudah Zona Hijau Disdik sudah menyiapkan aturan soal itu. Karena sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan hanya zona hijau yang belajar tatap muka.
Ismardi mengingatkan bahwa pihaknya bakal memberi teguran terhadap sekolah yang tetap menggelar pembelajaran secara tatap muka. Mereka yang mengabaikan imbauan dan teguran bakal dilaporkan ke tim gugus tugas

“Kalau masih tidak mengindahkan, kita laporkan ke gugus tugas. Sebab melanggar ketentuan dalam kondisi pandemi covid-19,” tegasnya.

Meski demikian, Ismardi tidak menampik masih ada orangtua yang keberatan dengan pembelajaran secara online. Apalagi saat peserta didik tidak punya fasilitas pembelajaran online.

Ia mengimbau agar bisa menggunakan peralatan bersama teman yang rumahnya berdekatan. Maklum sekolah belum bisa menyediakan fasilitas pembelajaran online.

“Kalau paket mungkin bisa. Tapi kalau alat seperti laptop kan tidak mungkin. Maka kita sarankan, yang rumahnya berdekatan bisa bergabung dengan tetangga,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada wali murid agar terus meng-update informasi dari sekolah, begitu kiga sebaliknya, sekolah juga harus memberikan informasinkepda wali murid. Hal tersebut guna mencegah adanya miss komunikasi.

“Jangan nanti ada orang tua yang salah paham, dan hari ini membawa anaknya ke sekolah karena diketahui sudah mulai tahun ajaran baru. Untuk itu wali murid selalu berkordinasi dengan sekolah, begitu juga sebaliknya,” pinta Ismardi. (res)

Berita Terkait

Atasi Sampah Pekanbaru, PT SHI Sudah Mulai Bangun 12 TPS Baru di Zona 2

Redaksi

Operator Akan Bangun 12 TPS Baru, Cegah Penumpukan Sampah Dukung Target Adipura Pj Wako Pekanbaru

Redaksi

Dua Angkatan Tuntas, Pelatihan Menjahit Angkatan Ketiga Warga Bukit Raya Dimulai

Redaksi