PekanbaruKini.com
Politik

Elektabilitas Gerindra di Pekanbaru Turun Menjadi 16 Persen, Demokrat dan Golkar Membayangi

PEKANBARU — Partai Gerindra masih menempati posisi teratas dalam peta elektabilitas partai politik di Kota Pekanbaru untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Namun, posisi tersebut dibayangi penurunan tingkat keterpilihan dari 19 persen menjadi 16 persen dalam kurun waktu sekitar lima bulan.

Temuan tersebut berdasarkan hasil survei Lembaga Survey Opini Rakyat (LSOR) yang dilaksanakan pada 24 September hingga 15 Oktober 2026. Survei ini memotret kecenderungan pilihan politik masyarakat Pekanbaru menjelang kontestasi Pemilu Legislatif 2029.

Ketua LSOR, Adlin, mengungkapkan bahwa meskipun Gerindra masih berada di posisi pertama, penurunan elektabilitas menjadi catatan penting dalam membaca dinamika preferensi politik masyarakat.

“Gerindra masih menempati posisi tertinggi dengan elektabilitas 16 persen. Namun, jika dibandingkan dengan hasil survei kami pada April–Mei 2026 yang mencapai 19 persen, terdapat penurunan sebesar tiga poin persentase,” ungkap Adlin.

Berdasarkan hasil survei terbaru, persaingan di bawah Gerindra terbilang ketat. Partai Demokrat dan Partai Golkar berada di posisi kedua dengan elektabilitas masing-masing 13 persen.

Selanjutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menempati posisi ketiga dengan 11 persen, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 9 persen.

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masing-masing memperoleh elektabilitas 7 persen. Partai NasDem berada di posisi berikutnya dengan 6 persen.

Adapun 13 persen responden menyatakan akan memilih partai politik lainnya, sedangkan 5 persen belum memberikan jawaban.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa meskipun Gerindra masih memimpin, persaingan antarpartai politik di Pekanbaru berpotensi semakin kompetitif menjelang Pileg 2029. Selisih tiga poin persentase antara Gerindra dan Demokrat serta Golkar juga menunjukkan bahwa posisi teratas belum sepenuhnya aman.

Survei LSOR melibatkan 410 warga Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih. Jumlah responden terdiri atas 205 laki-laki dan 205 perempuan.

Pengumpulan data dilakukan oleh 41 mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Riau. Sampel diambil menggunakan metode multistage random sampling yang mencakup 15 kecamatan di Kota Pekanbaru.

LSOR mencantumkan angka sampling error dan margin of error masing-masing sebesar 5 persen.

Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai preferensi politik masyarakat Pekanbaru pada periode pengumpulan data. Namun, elektabilitas yang tercatat saat ini belum dapat dijadikan gambaran pasti mengenai hasil Pileg 2029, mengingat dinamika politik, aktivitas partai, serta pilihan pemilih masih dapat berubah menjelang hari pemungutan suara.

Penurunan elektabilitas Gerindra dari 19 persen menjadi 16 persen menjadi salah satu temuan utama survei kali ini. Sementara itu, Demokrat dan Golkar berada dalam posisi yang relatif berdekatan dan berpeluang memperketat persaingan dalam memperebutkan dukungan pemilih di Kota Pekanbaru.

Dengan waktu menuju Pileg 2029 yang masih panjang, perubahan preferensi masyarakat akan menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan peta kekuatan partai politik di daerah tersebut. (Ary)

Related posts

Resmi! Relawan Ganjar Pranowo Membubarkan Diri, Ganjar : Rapopo…

Redaksi

Kampanye di Dayun, Caleg DPR RI Widi Yolanda Siap Kawal Aspirasi Rumah DP 0 Persen, Beasiswa Hingga Bantuan Pertanian

Redaksi

NasDem Catat Sejarah Baru, Menangi 9 Pilkada di Riau

Redaksi