PekanbaruKini.com
Pekanbaru

Hasil LSOR Petakan Persaingan Pilgub Riau 2031: Elektabilitas UAS dan SF Haryanto Bersaing Ketat

PEKANBARU – Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Haryanto bersaing ketat dalam simulasi pemilihan Gubernur Riau 2031 di Kota Pekanbaru. Hasil survei Lembaga Survei Opini Rakyat (LSOR) menunjukkan elektabilitas UAS mencapai 18,54 persen, sedangkan SF Haryanto sebesar 17,07 persen.

Ketua LSOR sekaligus dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Riau, Adlin, mengatakan selisih elektabilitas kedua tokoh tersebut relatif tipis. Dengan perbedaan 1,47 poin persentase, hasil survei belum cukup kuat untuk menyimpulkan salah satu tokoh lebih unggul dibandingkan yang lain.

“Dalam simulasi jika pilihan hanya mengerucut pada UAS dan SF Haryanto, UAS memperoleh 18,54 persen, sedangkan SF Haryanto sebesar 17,07 persen. Selisih keduanya hanya 1,47 poin persentase,” kata Adlin.

Survei yang dilaksanakan pada 24 September hingga 15 Oktober 2026 itu melibatkan 410 warga Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih. Responden terdiri atas 205 laki-laki dan 205 perempuan.

Pengumpulan data dilakukan oleh 41 mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau. Adapun pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling yang mencakup 15 kecamatan di Kota Pekanbaru.

Dalam simulasi tersebut, sebanyak 4,15 persen responden tidak memberikan jawaban. Sementara itu, mayoritas responden, yakni 60,24 persen, memilih kandidat lain di luar nama UAS dan SF Haryanto.

Menurut Adlin, besarnya persentase responden yang memilih kandidat lain menunjukkan bahwa persaingan menuju Pemilihan Gubernur Riau 2031 masih terbuka. Kedua tokoh tersebut belum mendominasi pilihan warga Pekanbaru dalam simulasi yang dilakukan LSOR.

“Jika melihat hasil survei ini, belum ada tokoh yang benar-benar unggul secara jelas. Pilihan masyarakat masih terbuka, terutama karena sebagian besar responden memilih kandidat lain di luar dua nama tersebut,” ujarnya.

Adlin menjelaskan, selisih elektabilitas UAS dan SF Haryanto juga perlu dibaca dengan mempertimbangkan margin of error survei yang disebut sebesar 5 persen. Karena selisih keduanya lebih kecil daripada angka tersebut, perbedaan hasil tidak dapat langsung dimaknai sebagai keunggulan yang meyakinkan secara statistik.

Meski demikian, Adlin mengingatkan bahwa hasil survei tersebut hanya menggambarkan pilihan responden pada periode pengumpulan data. Dinamika politik, kinerja pemerintahan, serta kemunculan kandidat lain masih berpotensi mengubah peta persaingan menjelang Pilgub Riau 2031.

Bagi SF Haryanto yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur Riau, hasil tersebut menjadi gambaran bahwa pekerjaan rumah pemerintah daerah masih berpengaruh terhadap persepsi masyarakat. Adlin menilai, upaya merebut kepercayaan warga Pekanbaru perlu disertai penyelesaian persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dua persoalan yang disorot dalam keterangannya adalah tingginya harga kebutuhan pokok dan kondisi jalan provinsi yang dinilai banyak mengalami kerusakan.

“SF Haryanto perlu bekerja lebih keras untuk merebut hati masyarakat Pekanbaru, terutama dengan menyelesaikan persoalan yang dirasakan langsung oleh warga, seperti harga sembako yang tinggi dan kondisi jalan provinsi yang rusak,” kata Adlin.

Ia menambahkan, perjalanan menuju Pilgub Riau 2031 masih panjang. Karena itu, hasil survei saat ini tidak bisa dijadikan patokan akhir mengenai siapa yang akan memperoleh dukungan terbesar pada pemilihan mendatang. (rls)

Related posts

Cikgu Maria Ingin Kurangi Kesenjangan Pendidikan dan Bantu Siswa Kurang Mampu Pekanbaru

Redaksi

Perbaikan Terus Berlanjut, Tiga Ruas Jalan di Pekanbaru Segera Dioverlay PUPR Pekanbaru

Redaksi

Pekanbaru Tuan Rumah Rakornas Produk Hukum Daerah, Pj Wali Kota: Kami Apresiasi karena Diberi Kepercayaan

Redaksi