PEKANBARU – Persaingan menuju kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I pada Pemilu Legislatif 2029 mulai tergambar melalui hasil survei Lembaga Survei Opini Rakyat (LSOR). Survei yang dilakukan di Kota Pekanbaru tersebut menempatkan Muhammad Rahul pada posisi teratas dalam tingkat keterpilihan responden, sementara Dewi Juliani berada di urutan terbawah di antara tujuh nama anggota DPR RI yang diukur.
Ketua LSOR sekaligus dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Riau, Adlin, menyampaikan bahwa Muhammad Rahul memperoleh angka 14,88 persen. Posisi kedua ditempati Hendri Munief dengan 12,44 persen, disusul Achmad di angka 9,02 persen.
Selanjutnya, Maharani berada di posisi keempat dengan 8,54 persen, diikuti Karmila Sari sebesar 8,05 persen. Sementara itu, Iyeth Bustami memperoleh 6,59 persen dan Dewi Juliani berada di posisi ketujuh dengan angka 6,10 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Muhammad Rahul memiliki angka keterpilihan tertinggi di antara tujuh nama yang diukur dalam survei. Namun, selisih angka antarkandidat masih membuka ruang bagi perubahan peta persaingan menjelang Pemilu Legislatif 2029.
Adlin menilai, angka elektabilitas sejumlah anggota DPR RI Dapil Riau I masih perlu menjadi perhatian. Menurutnya, para wakil rakyat perlu menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata dan kinerja yang dirasakan langsung oleh rakyat.
Sebagian elektabilitas para anggota DPR RI Dapil Riau I, masih tergolong rendah. Jika tidak serius membuat kerja kerja untuk rakyat, sangat rawan digantikan oleh kandidat pendatang baru pada Pileg 2029 nantinya.
Selain memetakan tujuh nama tersebut, survei LSOR juga menemukan bahwa 28,54 persen responden menyatakan akan memilih calon lain di luar nama-nama yang diukur. Sementara itu, sebanyak 5,84 persen responden tidak memberikan jawaban.
Besarnya persentase responden yang memilih calon lain menunjukkan adanya ruang bagi kandidat di luar tujuh nama tersebut untuk bersaing memperebutkan dukungan masyarakat. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi para petahana untuk memperkuat kepercayaan publik melalui kinerja dan kedekatan dengan konstituen.
Survei LSOR dilaksanakan pada 24 September hingga 15 Oktober 2026 dengan melibatkan 410 warga Kota Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih. Responden terdiri atas 205 laki-laki dan 205 perempuan.
Pengumpulan data dilakukan oleh 41 mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau. Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. LSOR mencantumkan sampling error sebesar 5 persen dan margin of error sebesar 5 persen.
Hasil survei ini merupakan gambaran preferensi responden pada periode pengumpulan data dan belum dapat dijadikan sebagai prediksi pasti hasil Pemilu 2029. Perubahan dinamika politik, kinerja wakil rakyat, serta strategi sosialisasi para kandidat masih berpotensi memengaruhi pilihan masyarakat menjelang pemungutan suara. (Ary)
