PEKANBARU – Peluang munculnya wajah baru dalam pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Pemilu Legislatif 2029 mendatang terbuka lebar. Hasil survei Lembaga Survey Opini Rakyat (LSOR) menunjukkan sebanyak 45,6 persen warga Pekanbaru menyatakan akan memilih calon di luar empat nama anggota DPD RI petahana yang saat ini dipetakan dalam survei tersebut.
Ketua LSOR, Adlin, memaparkan bahwa angka tersebut menjadi salah satu temuan penting dari survei yang dilakukan pada 24 September hingga 15 Oktober 2026. Menurutnya, besarnya persentase responden yang memilih di luar empat nama petahana menunjukkan adanya peluang bagi kandidat baru untuk bersaing pada Pemilu 2029.
Adlin, yang juga merupakan dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Riau, menilai hasil tersebut dapat menjadi gambaran awal mengenai dinamika preferensi politik masyarakat Pekanbaru menjelang kontestasi pemilihan anggota DPD RI mendatang.
“Sebanyak 45,6 persen akan memilih calon selain empat nama petahana. Angka ini tergolong tinggi, sehingga merupakan peluang bagi orang baru yang ingin bertarung pada pemilihan anggota DPD pada Pemilu Legislatif 2029 mendatang,” papar Adlin, Selasa (20/10/2026).
Dalam survei tersebut, LSOR juga memetakan elektabilitas empat anggota DPD RI petahana. Hasilnya, Arif Eka Saputra menempati posisi pertama dengan angka 15,9 persen, disusul KH. Muhammad Mursyid dengan 13,9 persen.
Sementara itu, Abdul Hamid berada di posisi ketiga dengan perolehan 10,7 persen, sedangkan Sewitri menempati posisi keempat dengan angka 8,5 persen.
Selain responden yang menyatakan pilihan terhadap empat nama tersebut, survei mencatat sebanyak 45,6 persen responden memilih kandidat lain di luar nama-nama petahana yang diukur. Adapun 5,4 persen responden menyatakan tidak menjawab.
Survei ini melibatkan 410 warga Kota Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih, terdiri atas 205 laki-laki dan 205 perempuan. Pengumpulan data dilakukan oleh 41 mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau (Unri).
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. LSOR mencantumkan sampling error sebesar 5 persen dan margin of error sebesar 5 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa persaingan menuju kursi DPD RI pada Pemilu 2029 masih berpotensi berkembang. Meski empat nama petahana telah memiliki angka elektabilitas dalam survei, besarnya kelompok responden yang memilih kandidat lain menjadi ruang bagi calon-calon baru untuk memperkenalkan diri dan membangun dukungan masyarakat.
Namun, hasil survei ini merupakan potret preferensi responden pada periode pengumpulan data, bukan gambaran pasti hasil pemilihan pada 2029. Perubahan dinamika politik, popularitas kandidat, serta aktivitas sosialisasi masih dapat memengaruhi pilihan masyarakat menjelang pemungutan suara. (Ary)
