PEKANBARU – Pelantikan kepala sekolah hasil seleksi Dinas Pendidikan Provinsi Riau pada 26 Mei 2026 menjadi awal dari harapan baru bagi dunia pendidikan di Bumi Lancang Kuning.
Masyarakat pendidikan kini menanti sejauh mana para kepala sekolah yang baru dilantik mampu membawa perubahan positif, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih maju dan berprestasi.
Menurut Ketua Umum ASN PPPK Guru 2022 Provinsi Riau, Eko Wibowo, S.Pd.I., M.Pd., Gr., keberhasilan seorang kepala sekolah tidak hanya diukur dari kemampuan administrasi, tetapi juga dari kualitas kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh warga sekolah.
“Kepala sekolah yang berkelas adalah pemimpin yang menghargai guru, memberikan teladan, dan mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis serta penuh semangat untuk maju bersama,” ujar Eko Wibowo yang juga dikenal sebagai Tokoh Muda Pendidikan Riau.
Eko menjelaskan, setidaknya terdapat delapan karakter yang harus dimiliki kepala sekolah berkelas.
Pertama, tidak meremehkan guru, melainkan menghargai dan menghormati seluruh tenaga pendidik tanpa membeda-bedakan.
“Guru yang dihormati akan bekerja dengan hati yang ikhlas, mengajar dengan baik, dan memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” katanya.
Kedua, kepala sekolah harus mampu memberikan arahan yang jelas, memiliki visi dan misi yang mudah dipahami, serta menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah.
Ketiga, kepala sekolah tidak perlu merasa paling tahu. Menurut Eko, pemimpin yang baik berani mengakui keterbatasannya dan terus belajar demi menemukan solusi terbaik.
“Jangan menjadi seperti ‘Google berjalan’ yang merasa tahu segalanya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau belajar dan terbuka terhadap masukan,” ungkapnya.
Keempat, memperlakukan seluruh warga sekolah secara adil tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan pribadi.
Kelima, tidak mempersulit urusan warga sekolah. Eko menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya hadir untuk membantu dan mempermudah pelayanan.
“Jika tidak mampu membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Jika tidak mampu membantu beberapa orang, bantulah satu orang. Namun jika tidak mampu membantu satu orang sekalipun, jangan mempersulit urusannya,” tegasnya.
Karakter keenam adalah kesiapan untuk berkorban dan mendukung berbagai kegiatan sekolah demi kemajuan peserta didik. Menurutnya, prestasi siswa merupakan salah satu indikator keberhasilan sekolah.
Ketujuh, kepala sekolah tidak boleh terjebak dalam zona nyaman atau mengikuti pola pikir yang menghambat kemajuan sekolah.
Sedangkan karakter kedelapan adalah memberikan dukungan kepada guru-guru yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan potensi untuk berkembang baik di dalam maupun di luar sekolah.
Eko berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menunjukkan kinerja terbaiknya dan menghadirkan perubahan nyata bagi sekolah yang dipimpinnya.
“Jabatan kepala sekolah adalah amanah. Keberhasilan sekolah bukan hanya ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kemampuan pemimpin dalam merangkul, menggerakkan, dan memberdayakan seluruh warga sekolah untuk mencapai prestasi bersama,” pungkasnya.
Kini publik pendidikan Riau menantikan langkah konkret para kepala sekolah baru tersebut. Waktu akan menjadi pembuktian, apakah kepemimpinan yang mereka jalankan mampu membawa sekolah menuju perubahan yang lebih baik dan berdaya saing di tingkat daerah maupun nasional. (rilis)
